Jangan Lupa Besok Puasa Arafah, Puasa 1 Hari Menghapus Dosa 2 Tahun

 

Besok Rabu (24/09/2015) adalah hari Arafah, mari tunaikan Puasa Arafah yang mulia. semoga puasa ini meninggikan derajat kita, memperbanyak catatan kebaikan kita, dan menghapuskan dosa-dosa kita selama dua tahun.

INFAQ DAKWAH CENTER (IDC) – Pemerintah Arab Saudi dan Republik Indonesia menetapkan awal Dzulhijjah 1436 Hijriyah jatuh pada Selasa (15/09/2015), maka Idul Adha jatuh pada hari Kamis (24/09/2015). Berarti hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) bertepatan pada hari Rabu (23/09/2015).

Hari Arafah adalah hari yang mulia saat di mana datang pengampunan dosa dan pembebasan diri dari siksa neraka. Pada hari Arafah para jamaah haji melaksanakan rukun utama ibadah haji, yakni wuquf di padang ‘Arafah. Pada hari ini disyariatkan Puasa Arafah bagi orang yang tidak berhaji. Amalan yang sangat mulia ini memiliki keutamaan bias menghapus dosa selama dua tahun, sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamdari Abu Qotadah RA:

“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan dosa setahun akan datang. Sedangkan puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162).

Imam Nawawi berkata, “Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwuquf di Arafah. Sedangkan orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl” (Al-Majmu’ 6:428).

...Di samping berpuasa pada hari ‘Arafah, juga dianjurkan untuk memperbanyak amal-amal shalih lainnya seperti sedekah, shalat sunnah, zikir, takbir, tilawah Qur’an, dll...

MAKNA MEGHAPUSKAN DOSA DUA TAHUN

Ungkapan “menghapuskan dosa dua tahun” dalam hadits tersebut bisa mengandung dua pengertian:

Pertama, Allah menghapuskan dosa-dosanya selama dua tahun. Kedua, Allah akan menjaganya sehingga tidak melakukan kemaksiatan pada masa dua tahun tersebut. (Syaikh Abu Malik Kamal, Shahih Fiqih Sunnah 3:185).

Mengenai pengampunan dosa dari puasa Arafah, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dosa kecil. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, moga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, moga ditinggikan derajat” (Syarh Shahih Muslim, 8:51)

Sedangkan menurut Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Majmu’ Al-Fatawa, 7:498-500).

 

PERBANYAK AMAL SHALIH

Di samping berpuasa pada hari ‘Arafah, dianjurkan juga untuk memperbanyak amal-amal shalih lainnya seperti sedekah, shalat sunnah, zikir, takbir, tilawah Qur’an, berbakti kepada orang tua, dan amal-amal shalih lainnya.

Hal ini berlaku pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah secara umum, dan secara khusus lebih dianjurkan pada hari ‘Arafah, sesuai sabda Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam:

“Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Mari kita berpuasa Arafah, semoga puasa ini meninggikan derajat kita, memperbanyak catatan kebaikan kita, dan menghapuskan dosa-dosa kita selama dua tahun. Wallahu a’lam. (voa-islam, rumaisyo)