IDC Salurkan Infaq Produktif Rp 21 Juta Untuk Aslan Pasaribu Disabilitas Ahli Ibadah

BEKASI, Infaq Dakwah Center (IDC) – Penyandang disabilitas ahli ibadah, Aslan Pasaribu, merasa bersyukur dan tertunduk haru. Infaq Dakwah Center (IDC) telah bantuan Infaq Produktif kepada Aslan, untuk kemandirian amal usaha, usai menempuh hidup baru.

Aslan kini tak sendiri, ia ditemani sang istri tercinta, Renny Rahma yang tengah hamil 4 bulan. Aslan bertekad kuat untuk mandiri setelah mendapat modal usaha. Harapannya, ia dapat menafkahi sang istri dan anaknya kelak, hingga mendapat pendidikan yang layak, agar sukses dunia akhirat.

"Allah berikan saya Rizki juga, anak yang masih janin 4 bulan, semoga saya bisa memberi nafkah yang halal untuk anak istri saya, kedepannya," kata Aslan kepada Relawan IDC, Kamis (21/11/19).

Tidak sampai disitu, Aslan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada IDC yang telah lama menyantuni, memberi bantuan baik sembako maupun uang, bagi keluarga kecilnya itu. Tak hanya itu, saat ia masih sendiri IDC juga membantu biaya pulang kampung saat Idul Fitri, hingga menikahi sang istri, Renny Rahma, yang saat itu menjadi muallaf.

"Saya Aslan Pasaribu, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada donatur IDC, yang membantu santunan perbulan, untuk makan dan kebutuhan sehari-hari dari saya sendiri sampai mempunyai keluarga kecil (istri), itu berkat IDC. Alhamdulillah, saya tidak bisa membalas semua kebaikan para donatur, hanya Allah sajalah yang bisa membalasnya," ungkap Aslan Pasaribu dengan wajah haru.

Sebelum bertemu dengan IDC, Aslan mengaku mengalami kesulitan hidup. Ia bahkan sering tak makan, lantaran tak punya uang.

"Saya sebelum ketemu IDC, saya kesulitan mencari nafkah, kadang mau nggak makan sehari, untuk uang minyak bensin saja nggak punya. Saya mau ngemis nggak sanggup, padahal mengemis itu bisa kaya, tapi saya nggak mau mengemis," pungkasnya.

Kini, setelah diberi bantuan oleh para donatur IDC, Aslan merasa bersyukur kepada Allah. Ia optimis bisa menyambung hidup, menafkahi keluarga dengan usaha mandiri.

"Alhamdulillah, saya dipertemukan dengan donatur IDC, memberi saya, mengasihi saya, menafkahi saya dari mulai saya sendiri, sampai punya istri, keluarga kecil saya. Hari ini saya dibantu motor roda tiga dan modal usaha, supaya bisa jalan keliling berjualan. Nanti, saya akan berjualan keliling, kopi, es dan jajanan untuk anak-anak, gorengan, itu saja usaha yang akan saya bawa keliling," ungkap Aslan Pasaribu.

IDC telah menunaikan bantuan kepada Aslan Pasaribu dan istrinya Muallaf Renny Rahma sebesar Rp 21.353.000 (dua puluh satu juta tiga ratus lima puluh tiga ribu rupiah), disalurkan dalam bentuk; motor roda tiga ramah disabilitas, modal usaha, santunan rutin, tunjangan mudik dan pernikahan.

Kami haturkan, Jazaakumullah Khairan kepada para donatur yang telah menyalurkan Infaq dan Sedekah kepada IDC, semoga Allah limpahkan keberkahan, kasih sayang dan diberikan rizki yang melimpah.

Untuk diketahui, Aslan Pasaribu adalah seorang pria asal Sorkam, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengalami cacat permanen, setelah menjadi korban tabrak lari sebuah truk.
Pasca kesehatannya pulih, Aslan berangkat merantau ke pulau seberang pada tahun 2016. Namun, hidupnya terlunta-lunta tak tentu arah.

Perjalanan jauh rela ditempuh Pasaribu untuk mengadu nasib, dari Tapanuli tanah kelahirannya ke berbagai daerah, hingga terdampar di Pekanbaru, Lampung, Jakarta, Bandung dan berbagai daerah lainnya.

Di tengah pengembaraannya, penyandang disabilitas seperti Pasaribu kerap menjadi sasaran pemurtadan. Ia sendiri sempat mendapatkan godaan iman.

Ketika terdampar di Riau, Pasaribu sempat mendapat iming-iming harta dari seorang misionaris. Ia dijanjikan uang dan berbagai fasilitas menggiurkan, dengan satu syarat harus berpindah iman menjadi penganut Kristen.

Beruntung, meski kondisi fisiknya cacat, iman di hatinya tidak cacat. Sebagai Muslim, ia pegang teguh dienul Islam, sebagaimana pesan khutbah yang ia dengar setiap Jum’at: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim,” (Qs Ali Imran 102).

Meski kondisi fisiknya cacat, hidup kadang terlunta-lunta, Aslan Pasaribu, tetap berusaha mendekat kepada Allah, dengan rajin beribadah. Hingga akhirnya Aslan Pasaribu berjumpa dengan IDC lalu diberikan berbagai bantuan termasuk modal usaha. Semoga Aslan Pasaribu diberikan keberkahan atas usaha mandiri yang dirintisnya, dikaruniai keluarga sakinah dan istiqomah memegang teguh Islam sampai akhir hayat.

TERKAIT:

INFO: 08122.70002008567.700020.