Jangan Tunda Sedekah! Sedekah Yang Paling Utama Adalah di Kala Sehat

Ikhwah Fillah rahimakumullah, sudah dipahami secara umum bahwa kaum muslimin hidup di dunia ini hanya sementara, ada perjalanan yang lebih panjang yakni perjalanan akhirat.

Maka sudah mafhum pula bahwa seyogyanya kita mempersiapkan bekal untuk mengarungi perjalanan panjang itu. Apa bekal yang harus disiapkan itu? Benar sekali, ibadah dan amal shalih.

Maka sudah semestinya kita mengisi waktu dam sisa umur yang ada dengan berbekal amal kebaikan untuk menghadapi kehidupan yang panjang itu. Allah berfirman:

 

??? ???????? ????????? ???????? ???????? ??????? ???????????? ?????? ??? ????????? ?????? ?????????? ??????? ????? ??????? ??????? ????? ???????????

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr’: 18)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

?????? ?????? ??? ?? ???????? ??????? ???? ?????? ??????? ?? ??????? ??????? ???? ?????? ?????? ??? ????

“Hisablah diri kalian sebelum dihisab, perhatikanlah apa yang sudah kalian simpan dari amal shalih untuk hari kebangkitan serta (yang akan) dipaparkan kepada Rabb kalian.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim).

Ikhwah fillah, mengingat persinggahan di dunia ini begitu singkat sudah barang tentu manusia harus pandai memanfaatkan waktunya. Jangan sampai ia menunda-nunda amal shalih yang sebenarnya bisa ia kerjakan dengan segera.

 

???? ????? ?????? ??? ???? ????????? ????? : ?????? ???????? ????? ??? ???? ???? ???? ????????????? ??????? : ???? ??? ?????????? ????????? ???????? ???? ??????? ???????? . ??????? ????? ?????? ?????? ????? ????????? ???????? : ????? ?????????? ????? ?????????? ??????????? ??????? ?????????? ????? ?????????? ??????????? ?????? ???? ????????? ??????????? ?????? ????????? ?????????? .

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu.“ (H.R. Bukhari).

Di sisi lain, kita pun harus sadar bahwa apa yang ada pada diri kita hanyalah titipan, sebab semuanya itu adalah milik  Allah. Bukankah dalam setiap shalat ayat ini senantiasa kita lantunkan dalam doa iftitah?

????? ???????? ????????? ??????????? ?????????? ??????? ????? ?????????????

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata karena Allah Tuhan semesta alam). (QS Al-An'am : 162).

Ikhwah fillah, ketahuilah bahwa kekayaan atau harta benda yang kita miliki ini juga milik Allah. Di sisi lain harta itu merupakan ‘fitnah’ ujian bagi hambaNya, untuk mengukur seberapa takwa ia di hadapan RabbNya.

???????? ????????????? ??????????????? ???????? ????????? ???????? ?????? ???????

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu adalah fitnah (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar (Q.S. At-Taghabun: 15)

Menurut Imam Asy-Syaukani bahwa keduanya (fitnah harta dan anak) dapat menjadi sebab seseorang terjerumus dalam banyak dosa dan kemaksiatan, demikian juga dapat menjadi sebab mendapatkan pahala yang besar. Inilah yang dimaksud dengan ujian yang Allah uji pada harta dan anak bagi seseorang.

Rasulullah Shalallahu ‘alihi wa sallam  bersabda:

????? ??????? ??????? ????????? ?????????? ???????? ????????

Sesungguhnya pada setiap umat (kaum) ada fitnah dan fitnah (pada) umatku adalah harta [HR. Bukhari].

Maka sudah seyogyanya untuk menghadapi fitnah tersebut agar tidak menjerumuskan ke dalam jurang kebinasaan, manfaatkan harta yang kita miliki sebaik mungkin sesuai amanah dari Allah. Ketika Allah perintahkan untuk bershadaqah atau berinfaq di jalan-Nya, jangan tunda lagi!

Coba kita renungkan hadits berikut ini. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ada seseorang yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata,

??? ??????? ??????? ????? ??????????? ???????? ??????? ????? « ???? ????????? ???????? ??????? ??????? ? ??????? ????????? ?????????? ???????? ? ????? ???????? ?????? ????? ???????? ???????????? ?????? ????????? ????? ? ??????????? ????? ? ?????? ????? ?????????

“Wahai Rasulullah, sedekah yang mana yang lebih besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Engkau bersedekah pada saat kamu masih sehat, saat kamu takut menjadi fakir, dan saat kamu berangan-angan menjadi kaya. Dan janganlah engkau menunda-nunda sedekah itu, hingga apabila nyawamu telah sampai di tenggorokan, kamu baru berkata, “Untuk si fulan sekian dan untuk fulan sekian, dan harta itu sudah menjadi hak si fulan.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1419 dan Muslim no. 1032).

Yang dimaksud keadaan sehat di sini adalah dalam keadaan tidak tertimpa sakit. Adapun pelit atau syahih yang dimaksud adalah pelit ditambah punya rasa tamak.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa orang pelit itu ketika dalam keadaan sehat. Jika ia berbaik hati bersedekah dalam keadaan sehat seperti itu, maka terbuktilah akan benarnya niatnya dan besarnya pahala yang diperoleh. Hal ini berbeda dengan orang yang bersedekah saat menjelang akhir hayat atau sudah tidak ada harapan lagi untuk hidup, maka sedekah ketika itu masih terasa kurang berbeda halnya ketika sehat. (Syarh Shahih Muslim, 7: 112)

Ibnul Munir menyampaikan bahwa ayat yang dibawakan oleh Imam Bukhari sebelum hadits di atas menunjukkan larangan menunda-nunda untuk berinfak dan supaya menjauhi panjang angan-angan. Juga di dalamnya diajarkan supaya bersegera dalam sedekah, jangan suka menunda-nunda. Dinukil dari Fathul Bari, 3: 285.

Ayat yang dibawakan adalah firman Allah,

???????????? ???? ??? ????????????? ???? ?????? ???? ???????? ?????????? ?????????

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian.” (QS. Al Munafiqun: 10).

Dan firman Allah,

??? ???????? ????????? ???????? ?????????? ?????? ????????????? ???? ?????? ???? ???????? ?????? ??? ?????? ?????

“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli” (QS. Al Baqarah: 254).

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Hadits di atas mendorong supaya setiap orang berjuang melawan hawa nafsunya untuk mengeluarkan harta padahal ada sifat pelit dan tamak yang menghalangi. Ini yang menunjukkan bahwa sedekahnya benar-benar jujur dan kuatnya semangat orang yang melakukannya.” (Fathul Bari, 3: 285).

Terakhir, mari kita perhatikan untaian nasehat ulama berikut ini. Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam kitab Al-Hikam berkata,

?????? ??????? ??? ???? ?????? ?? ?????? ?????

“Menunda amal shalih karena menantikan kesempatan yang lebih baik, merupakan tanda kebodohan yang mempengaruhi jiwa.”

Jika kita tidak ingin disebut sebagai orang yang bodoh, maka ingat jangan tunda amal shalih!

Share this post..
  • Apa itu IDC ?

    Infaq Dakwah Center (IDC) adalah lembaga independen yang berkhidmat untuk memfasilitasi kaum muslimin dalam menyalurkan infaq dan shadaqah secara tepat, produktif dan multiguna kepada pihak-pihak yang membutuhkan (mustahiq), untuk menunjang dakwah dan pemberdayaan umat Islam.

    more info
  • Visi & Misi

    Mewujudkan kemaslahatan umat untuk mendorong kemajuan dakwah. Optimalisasi dana umat untuk mengatasi problematika dakwah dan keummatan. Soliditas ukhuwah Islamiyah untuk membantu yatim, dhuafa, dan kalangan tertimpa musibah. Sinergi jaringan pendukung dan pelaku dakwah.

    more info
  • Program IDC

    PROGRAM DAKWAH
    Pengiriman Dai Khusus ke daerah terasing, pembinaan muallaf, dakwah media cetak & online.
    PROGRAM SOSIAL DAN KEMANUSIAAN
    Pengobatan & khitanan massal, tanggap darurat bencana, tebar qurban, santunan fakir miskin, yatim dan dhuafa.
    PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
    Beasiswa yatim & dhuafa, pelatihan kewirausahaan bagi aktivis dakwah...

    more info
  • Produk IDC

    Infaq Dakwah Terpadu Beasiswa Yatim dan Dhuafa Infaq Darurat & Tanggap Bencana Solidaritas Keluarga Syuhada & Mujahidin Solidaritas Kemanusiaan Muslim Dunia Infaq Produktif Pemberdayaan Ekonomi Umat Tebar Qurban dan Aqiqah

    more info
  • Kiprah IDC

    Beasiswa yatim & dhuafa Qurban di daerah rawan pemurtadan & daerah binaan dakwah. Recovery dan dakwah umat Islam Ambon Maluku pasca pembantaian dan penyerbuan dari pihak Salibis Renovasi rumah dhuafa & aktivis Islam. Bantuan pengobatan para muallaf & kaum dhuafa. Bakti sosial, pengobatan massal & khitanan massal. Tanggap darurat bencana banjir.

    more info
  • Ayo Jadi Member IDC S3

    Fasilitas bagi kaum muslimin yang tidak punya kemampuan, keahlian dan waktu luang tapi ingin berdakwah, membina anak yatim, membantu kaum tertimpa musibah, membangun sarana ibadah dll. Siapapun bisa berdakwah, beramal dan berjuang menegakkan Syariat Islam, tanpa turun ke lapangan dan tanpa resiko.

    more info
Testimoni

Kontak IDC

  • Kantor: Jl. Veteran No. 48 Bekasi
    (Samping Masjid Agung Al-Barkah Bekasi)
  • SMS/WA/Tele/Line: 08122.700020
  • Mobile: 08567.700020, 08175.700020
  • Sedekah Buku Club: 08999.704050
  • Email: idc.pusat@gmail.com, idc.pusat@yahoo.com
  • Facebook: IDC - Infaq Dakwah Center
  • Twitter: @IDCinfaqCenter
  • Instagram: @infaqdakwahcenter

Rekening IDC

Bank Muamalat
No.Rek. 34.7000.3005
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank Syariah Mandiri (BSM)
No.Rek: 7050.888.422
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

BNI Syariah
No.Rek: 293.985.605
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank Mandiri
No.Rek: 156.000.728.728.9
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank BRI
No.Rek: 0139.0100.1736.302
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank CIMB Niaga
No.Rek: 675.0100.407.006
a/n Yayasan Infaq Dakwah Center

Bank BCA
No.Rek: 631.0230.497
a/n Budi Haryanto (Bendahara IDC)