INNALILLAHI..!!! ALVARO BALITA KOMPLIKASI TUTUP USIA SETELAH DIOPERASI BEDAH KEPALA
JAKARTA (InfaqDakwahCenter.com) - Alvaro, balita malang penderita penyakit komplikasi akhirnya meninggal dunia. Alvaro menghembuskan nafas terakhir saat menjalani perawatan di RS Ibu dan Anak Harapan Kita, pada pukul 03.55 WIB, Senin (18/7/2017) dini hari.
Sebelumnya, Alvaro dilarikan ke rumah sakit, lantaran mengalami gangguan pada selang yang dipasang antara kepala dan perut. Ia kemudian menjalani operasi pemasangan ulang selang VP Shunt untuk kesekian kalinya.
Namun, usai menjalani operasi, kondisi Alvaro menurun. Ia pun dirawat di ruang ICU RSIA Harapan Kita selama beberapa hari. Alvaro akhirnya harus menyerah pada takdir, setelah dua tahun berjuang melawan penyakit komplikasi jantung, pengecilan otak kepala (microsefalli), kelumpuhan otak (cerebral palsy), gangguan pernafasan dan paru-paru.
Mendengar kabar Alvaro meninggal dunia, Relawan IDC bertindak cepat dan tanggap, meluncur dari kantor di Bekasi, menuju RSIA Harapan Kita, di kawasan Slipi, Jakarta Barat.
Tiba di RSIA harapan kita, Relawan IDC kemudian bergegas membantu proses pemulangan jenazah. Pasalnya, kondisi Sri Handayani yang saat itu sangat lemah, tak memungkinkan mengurus jenazah Alvaro sendirian. Apalagi, Ibu Sri, sempat beberapa kali pingsan, tak kuat melihat kenyataan, bahwa anaknya telah tiada.
Usai mengurus berbagai keperluan adminstrasi di rumah sakit, jenazah Alvaro dibawa menggunakan Ambulance IDC, menuju rumah duka, di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Selanjutnya, Relawan IDC ikut pula membantu mengurus jenazah Alvarao, dari mulai memandikan, hingga menyalatkan. Setelah jenazah siap, kemudian dibawa kembali menggunakan mobil Ambulance IDC untuk dimakamkan di TPU Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Jenazah Alvaro dimakamkan (tumpuk) di atas makam buyutnya almarhumah Sudasinah.
Alhamdulillah, sejak awal IDC selalu membantu kebutuhan dan pengobatan bagi Alvaro. Total bantuan yang diserahkan untuk Alvaro selama ini sebesar Rp 15.533.000,- (lima belas juta lima ratus tiga puluh tiga ribu rupiah).
Atas bantuan diberikan, Sri Handayani menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muhsinin (donatur) IDC.
“Saya orang tua kandung, Ibu dari Alvaro ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada para donatur yang telah membantu Alvaro. Dan saya mohon doanya agar Alvaro diterima di sisi Allah Yang Maha Kuasa,” kata Ibu Sri Handayani kepada Relawan IDC, Senin (17/7/2017).
Segenap kru IDC juga menyampaikan ucapan terima kasih, jazaakumullah khoiron atas kepercayaan para muhsinin selama ini. Semoga bantuan yang diberikan kepada Alvaro menjadi pemberat timbangan amal shalih di akhirat.
Dengan berhusnuzhan kepada Allah, wafatnya Alvaro, adalah takdir terbaik bagi dirinya dan keluarga. Sebab, ia tak lagi hidup dalam penderitaan penyakit komplikasi.
Seorang bayi atau anak-anak kecil yang meninggal dunia, maka ia akan memberikan syafaat kepada orang tuanya, apabila orang tuanya bersabar.
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنَ النَّاسِ مِنْ مُسْلِمٍ يُتَوَفَّى لَهُ ثَلاَثٌ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ ، إِلاَّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ
“Tidaklah seorang muslim yang ditinggal mati oleh tiga anaknya, yang belum baligh, kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga dengan rahmat yang Allah berikan kepadanya.” (HR. Bukhari 1248 dan Nasai 1884).
Berita Terkait:
http://www.infaqdakwahcenter.com/read/idc/362/balita-ahmad-alvaro-komplikasi-jantung-otak-pernafasan-dan-paruparu-ayo-bantu/