Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

.

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail Abdurrahman anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif (41) adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. Dalam kondisi ekonomi keluarga sedang susah, kedua anaknya yang lain juga mengalami muntaber dalam waktu yang bersamaan..

 

SOLO, Infaq Dakwah Center (IDC) – Nasib malang menimpa ananda Ismail Abdurrahman. Balita berusia du tahun itu tergolek lemah di Ruang VIP Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo. Anak aktivis Bang Japar (Kebangkitan Jawara dan Pengacara) Soloraya ini mengalami diare dan muntaber tak henti-henti sejak Jumat pagi (8/2/2019).

Sang ayah, Muhammad Arif Markoni (41) adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. Dalam kondisi ekonomi keluarga sedang seret, kedua anaknya yang lain juga mengalami muntaber dalam waktu yang bersamaan.

Ummi Sri Murtini (43), sang istri, menceritakan bila ketiga anaknya terserang diare dan muntah-muntah. Dalam kondisi kerepotan, bersama suami naik motor bututnya, mereka bawa ketiga anaknya periksa ke klinik Barokah Pajang untuk mendapatkan obat. Alhamdulillah Misya (5) dan Fadil Zahid (3) berangsur membaik setelah meminum obat dari resep dokter Klinik tersebut.

Tetapi berbeda dengan Ismail, kondisinya malah kritis dan terus lemas. Dalam kondisi panik dan khawatir, Ismail langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS PKU Muhammadiyah Solo pada pukul 23:40 WIB.

“Awal sore itu, Ismail dan kedua kakaknya mutah dan diare. Ismail itu kondisinya sampai badan dingin dan pucat. Setelah saya periksakan sama suami ke klinik Barokah malamnya rewel terus. Jam 12 malam kami bawa ke sini, masuk UGD. Dokter bilang ini harus rawat inap. Suami nyari kamar kelas 3 katanya nggak ada, adanya VIP. Karena panik dan sedih melihat kondisi anak kayak gitu to mas, kita langsung ambil. Besuk infonya ada kelas 1 yang kosong nanti kalau sudah kita mau pindah kelas,” ucap Ummi Murtini

Saat ini Ismail sudah bisa tidur, namun setiap kali terjaga dari tidurnya, ia selalu merengek merasakan sakit diperut dan pusing kepala. Selang infus pun terpasang dengan jarum menancap di tangan kanannya.

...ketiga anaknya terserang diare dan muntah-muntah. Alhamdulillah Misya (5) dan Fadil (3) berangsur membaik setelah meminum obat. Tetapi Ismail malah kritis dan terus lemas...

INFAQ DARURAT PEDULI KASIH SESAMA MUSLIM

Ujian sakit yang menimpa ananda Ismail Abdurrahman adalah beban kita juga, karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومَ القِيَامَةِ و مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيهِ في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و الله في عَونِ العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya...” (HR Muslim).

Bunga-bunga peduli kasih kaum Muslimin sangat dibutuhkan untuk membantu berbagai keperluan pengobatan ananda Ismail Abdurrahman bisa disalurkan melalui program INFAQ DARURAT IDC ke rekening:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syari’ah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Bukopin Syariah, No.Rek: 880.218.4108 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BTN Syariah, No.Rek: 712.307.1539 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank Mega Syariah, No.Rek: 1000.154.176 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  7. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  8. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  9. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 80011.6699.300 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  10. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC).

CATATAN:

  • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.000,- Rp 103.000,- 53.000,- dan seterusnya.
  • Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: www.infaqDakwahCenter.com.
  • Bila biaya pengobatan sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
  • Info: 08122.700020 - 08567.700020.