IDC, Kisah Persahabatan, Kiprah dan Buku Terakhir Ustadz Insan Mokoginta

BEKASI (Infaq Dakwah Center) – Yayasan Infaq Dakwah Center (IDC) sangat kehilangan atas wafatnya Ustadz Wenseslaus Insan Latif Syaukani Mokoginta (Insan LS Mokoginta), dai pakar Kristologi yang juga Pendiri IDC Sulawesi Utara.

Ustadz Insan wafat pada malam Jum’at, 2 Muharram 1442 H di Rumah Sakit Eka Hospital BSD. Seyogianya, Ustadz Insan akan menyampaikan tausiyah dalam acara peresmian Rumah Tahfiz di BSD. Usai menunaikan shalat magrib dan zikir, Ustadz Insan menunaikan shalat sunnah ba’diyah magrib. Saat duduk tahiyat tiba-tiba Ustadz Insan jatuh pingsan tak sadarkan diri. Jamaah masjid pun langsung melarikan ke rumah sakit, namun takdir Allah berkehendak lain, beliau wafat pada pukul 19.20 WIB.

Menurut Abu Mumtaz, Ketua Yayasan IDC, Ustadz Insan bukan sekedar mitra yang selama ini bekerjasama dengan IDC, tetapi juga guru, mentor dan kawan lama.

“Saya betul-betul kehilangan kawan, guru dan mitra dakwah terlama saya. Ust Insan LS Mokoginta bermuamalah dengan saya sejak 1996. Tidak hanya dakwah, investigasi dan menulis buku tapi juga bisnis toko elektronik,” kata Ustadz Abu Mumtaz, Kamis malam (20/8/2020).

...Ustadz Insan ahlul hhair. Wafat pada hari Jum'at, insya Allah husnul khatimah...

Buku terakhir karya Ustadz Insan Mokoginta berjudul “Pembelaan Spektakuler Muallaf untuk Islam”

Beberapa bulan lalu, dalam kondisi kurang vit karena sakit jantung, Ustadz Insan bolak-balik ke kantor IDC minta bantuan untuk menyelesaikan buku yang ditulisnya berjudul “Pembelaan Spektakuler Muallaf untuk Islam”.

“Saya sudah tidak kuat, kayaknya ini buku terakhir saya,” ujar Abu Mumtaz menirukan.

Melihat kegigihan Ustadz Insan Mokoginta, yang sudah sepuh namun penuh semangat berkarnya demi membela agamanya, Abu Mumtaz pun terharu.

“Meski sedang padat agenda, saya sempatkan bantu editing sekadarnya dan kasih masukan beberapa bagian. Saya pun menyumbang kata pengantar di buku ini. Seluruh desainer IDC saya kerahkan untuk mempercepat desain dan lay out yang powerfull,” ungkapnya.

Alhamdulillah buku yang ditulis Ustadz Insan pun sudah terbit, sukses dan best seller. Ternyata ungkapannya jadi kenyataan. Ustadz Insan wafat setelah menyelesaikan buku terakhirnya.

...Saat duduk tahiyat shalat bakdiyah magrib, Ustadz Insan jatuh pingsan tak sadarkan diri. Dilarikan ke rumah sakit, wafat pada pukul 19.20 WIB...

Panen Raya Wakaf Produktif di sekitar Kotamobagu serta Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

 

Ustadz Insan Mokoginta dan Yayasan IDC memang memiliki hubungan yang amat dekat, bersama berkiprah dalam kegiatan dakwah dan sosial. Mengingat sikap mulia Ustadz Insan yang memiliki rasa sosial yang tinggi, IDC amat terbantu dalam penyaluran berbagi program sosial, khususnya yang berkaitan dengan para muallaf.

Seringkali IDC bersama Ustadz Insan membantu mengentaskan kemiskinan para muallaf, dari sekitar Jabodetabek, hingga pelosok Sulawesi Utara.

Alhasil, kini IDC memiliki 10 hektar lahan wakaf produktif yang dikelola untuk membantu para yatim, dhuafa dan muallaf, di sekitar Kotamobagu serta Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

“Ustadz Insan Ahlul Khair. Wafat pada hari Jum’at, insya Allah husnul khatimah,” tutup Ustadz Abu Mumtaz.

Dalam sebuah riwayat, orang yang wafat di malam Jum’at atau hari Jum’at memiliki keistimewaan dan semoga Ustadz Insan Mokoginta yang wafat di hari Jum’at mendapat husnul khatimah. Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

Setiap muslim yang meninggal di hari jumat atau malam jumat, maka Allah akan memberikan perlindungan baginya dari fitnah kubur. (HR. Ahmad 6739, Turmudzi 1074 dan dihasankan al-Albani).

Semoga amal shalih yang selama ini dilakukan Ustadz Insan bersama IDC, serta buku terakhir yang ditulisnya menjadi amal jariyah, saksi kecintaannya terhadap Allah Ta’ala, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Qur’an dan syariat Islam. [AW]

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pondok Muallaf di Kotamobagu serta Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

 

Ustadz Insan Mokoginta mewakili IDC menyantuni keluarga muallaf di Depok

 

 

Ustadz Insan Mokoginta mewakili IDC menyantuni keluarga muallaf di Jakarta

 

Para pakar Kristologi, Dari kiri ke kanan: Ustadz Abu Deedat, Ustadz Yasmin Damopoli, Ustadz Abujamin Roham, KH Abdullah Wasi’an dan Ustadz Insan Mokoginta

 

BERITA TERKAIT:

  1. IDC, Kisah Persahabatan, Kiprah dan Buku Terakhir Ustadz Insan Mokoginta.
  2. Ustadz Insan LS Mokoginta Pembina IDC Sulawesi Utara Wafat, Semoga Husnul Khotimah.